KRONOLOGI KEJADIAN
Hari Minggu yang seharusnya menjadi waktu menyelesaikan panen berubah menjadi duka di Dusun Wira 2, Desa Santan Ulu. MRA (33), seorang buruh sawit hilang ditelan arus sungai saat tengah berjuang memindahkan hasil panen, Minggu (18/1/2026).
Insiden ini terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Siang itu, MRA (33) tidak sendirian, ia bersama rekannya, F (19), sedang memanen buah sawit di kebun milik warga bernama Rauf.
Tantangan utama mereka adalah menyeberangkan tumpukan tandan buah segar ke sisi sungai seberang menggunakan seling gantung.
Nahas, saat MRA (33) sedang berada di tengah sungai mengikuti alur sling, ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke air. Arus Sungai Santan Ulu yang mengalir deras langsung menyeret tubuhnya.
Berdasarkan penuturan saksi di lokasi, MRA (33) sempat terlihat berjuang di permukaan air dan hanyut hingga sejauh 25 meter. Namun, pria berusia 33 tahun itu diduga tidak bisa berenang. Dalam hitungan detik, tubuhnya hilang dari pandangan dan tenggelam di kedalaman sungai.
Kejadian ini menjadi perhatian warga sekitar, terlebih korban meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia tiga bulan. Petugas menegaskan akan terus melakukan upaya penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga keberadaan korban ditemukan.
Proses pencarian terhadap MRA (33), buruh sawit yang hilang di Sungai Santan Ulu, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, terus berlanjut hingga Senin (19/1/2026). Hingga saat ini, tim gabungan telah memperluas area penyisiran hingga sejauh 4 kilometer dari lokasi kejadian.
Koordinator Lapangan (Korlab) BPBD Kukar, Eko Suryawinata, menjelaskan bahwa tim tetap bersiaga di lokasi sejak Minggu malam untuk memastikan pencarian dilakukan secara maksimal. Tantangan utama di lapangan adalah derasnya arus sungai yang membelah area hutan kelapa sawit tersebut.
“Hari ini penyisiran dilakukan menggunakan tugboat dengan radius yang diperluas hingga 4 kilometer mengikuti arah arus menuju laut,” kata Senin (19/1/26).
Selain menggunakan perahu, petugas juga dibantu oleh warga setempat yang berinisiatif menyelam di sekitar titik jatuhnya korban.
Namun, untuk menjaga keselamatan, aktivitas menyelam dibatasi hanya pada titik-titik yang dianggap aman mengingat kondisi arus yang sewaktu-waktu bisa membahayakan.
Korban di temukan Selasa (20/01/2026) terseret sejauh 1 km dari lokasi kejadian awal. Saat ditemukan kondisi korban tersangkut di rumpun bambu.
TIm BASARNAS dari tempat kejadian, dan mengampaikan pesan Ucapan terima kasih atas kerja Keras kepada Tim BASARNAS Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Damkarmatan Kutai Kartanegara, Pemerintah Kecamatan Marangkayu, Pemerintah Desa Santan Ulu, Dan Seluruh element Masyarakat yang terlibat. dalam upaya pencarian korban Warga Desa Santan Ulu.
