Marangkayu – Dalam upaya memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kecamatan Marangkayu menggelar kegiatan Rembug Tani Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan koordinasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah strategis untuk pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Acara yang berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi teknis terkait, perwakilan perusahaan, kelompok tani, tokoh masyarakat, dan para pelaku pertanian dari berbagai wilayah di Kecamatan Marangkayu. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan pertanian sebagai salah satu sektor unggulan yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Rembug tani ini difokuskan pada dua komoditas strategis yang memiliki peran penting bagi masyarakat, yakni karet sebagai komoditas perkebunan unggulan serta jagung sebagai salah satu komoditas pendukung ketahanan pangan. Melalui forum ini, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, tantangan, dan berbagai masukan terkait pengembangan usaha tani yang selama ini dijalankan.
Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan sistem pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Kegiatan rembuk tani menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarpihak. Berbagai isu strategis yang dibahas meliputi peningkatan produktivitas lahan, akses terhadap sarana dan prasarana pertanian, penguatan kelembagaan kelompok tani, pemasaran hasil pertanian, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung kegiatan budidaya dan pascapanen.
Selain itu, forum ini juga menyoroti pentingnya pengembangan komoditas jagung sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Jagung dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan mengingat tingginya kebutuhan pasar serta perannya sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Dukungan berbagai pihak diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.
Sementara itu, sektor perkebunan karet yang selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat juga menjadi perhatian dalam pembahasan. Berbagai strategi peningkatan kualitas hasil produksi, peremajaan tanaman, serta penguatan akses pasar menjadi topik yang mendapat perhatian khusus dari peserta rembuk tani.
Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif, para peserta sepakat bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama dan komitmen bersama. Sinergi antara pemerintah, petani, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian di masa mendatang.
Pemerintah Kecamatan Marangkayu berharap hasil dari rembuk tani ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi pengembangan sektor pertanian. Dengan dukungan seluruh pihak, berbagai potensi yang dimiliki wilayah Marangkayu diyakini mampu menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi, mempererat kerja sama, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat mendukung kemajuan sektor pertanian. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam rembuk tani ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju pertanian yang maju, mandiri, produktif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Kecamatan Marangkayu.
.
.
.
.
.
Penulis/Uploader : Wiwin Kahar, S.Kom
